Pameran

Kode QR Tidak Dipindai? Tips Pencetakan Inkjet Ini Dapat Menghemat Waktu dan Tenaga Anda!

Jun 30, 2026 Tinggalkan pesan

Kode QR tidak terpindai? Tip pencetakan inkjet ini dapat menghemat waktu dan tenaga Anda!

Sejak pembuatannya, kode QR telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena penyimpanan informasinya yang besar, keserbagunaannya, dan perlindungan informasi yang kuat. Misalnya, di supermarket, memindai kode QR dapat menyelesaikan pembayaran dengan cepat; untuk pelacakan produk di perusahaan, kode QR dapat memberikan informasi tentang produksi dan distribusi; dan untuk tujuan promosi, pemindaian kode dapat menampilkan perkenalan perusahaan atau produk serta video promosi.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui masalah di mana kode QR tidak dapat dikenali sepenuhnya, sehingga membuat operator frustrasi dan tidak nyaman bagi kami. Untuk memastikan kode QR dapat dipindai dengan lancar, penting untuk memperhatikan aspek desain dan pencetakan sebelum dan sesudah pencetakan.

Tip Desain Kode QR

01

Desain Warna Kode QR yang Tidak Masuk Akal

Untuk pemindai kode QR apa pun, harus ada kontras yang jelas antara kode dan latar belakang agar dapat dikenali dengan benar. Selain itu, kodenya sendiri harus berwarna gelap agar mudah dibaca. Seringkali, dalam upaya membuat kode QR terlihat menarik, orang memilih skema warna keseluruhan yang tidak sesuai. Misalnya, jika kodenya berwarna putih, kemungkinan besar kode tersebut tidak akan dikenali. Itu sebabnya kode QR normal biasanya berwarna hitam-ini hanya untuk memastikan kode tersebut dapat dipindai dengan mudah.

 

info-600-1

 

02

Kontras Warna Kode QR Tidak Cukup

Saat memilih warna latar belakang selain putih atau hitam, Anda perlu memastikan kode QR memiliki kontras yang cukup. Kode QR berwarna bisa sangat-menarik perhatian, namun kuncinya adalah memastikan kode tersebut masih dapat dipindai dengan benar. Jika warna dalam kode QR terlalu mirip, pemindai mungkin kesulitan membacanya dalam kondisi cahaya redup.

 

info-600-1

 

03

Kode QR Buram

Kode QR yang dihasilkan harus memiliki resolusi yang cukup agar tetap jelas meskipun diperbesar. Jika resolusinya tidak cukup tinggi, gambar cetakan berukuran besar akan menjadi sangat buram, sehingga sulit untuk dipindai.

 

info-600-1

 

04

Kode QR terlalu kecil

Kode QR yang terlalu kecil juga menjadi salah satu alasan mengapa kode tersebut tidak dapat dipindai. Ponsel yang berbeda memiliki spesifikasi yang berbeda, dan beberapa ponsel tidak dapat mengenali kode QR yang lebih kecil, jadi hal ini perlu dipertimbangkan saat mencetak kode QR. Kode QR yang dicetak harus berukuran minimal 2cm × 2cm untuk memastikan dapat dipindai dengan benar. Anda juga perlu memilih ukuran yang tepat tergantung cara penggunaannya.

05

Terlalu banyak konten dalam kode QR

Jumlah piksel dalam kode QR sebanding dengan konten yang Anda masukkan. Jika konten terlalu banyak, kode QR menjadi padat dan sulit dikenali. Jadi jika Anda perlu memasukkan banyak informasi, lebih baik menggunakan alat kode QR dinamis daripada kode statis.

 

info-600-1

Tindakan Pencegahan untuk Pencetakan Inkjet Kode QR

Pencetakan inkjet adalah jenis teknologi pencetakan-ke-komputer, yang mana tinta disemprotkan melalui nosel langsung ke media untuk membuat gambar. Karakteristik pencetakan inkjet membuatnya mampu menangani pemrosesan data variabel yang tidak dapat dilakukan oleh pencetakan tradisional, sehingga berguna untuk mencetak kode QR. Jika kode QR tidak dicetak dengan benar, kode tersebut mungkin terlihat bagus jika dilihat dengan mata telanjang, namun masih belum 100% terbaca oleh pemindai kode QR. Oleh karena itu, saat menggunakan pencetakan inkjet untuk kode QR, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut.

01

Menyesuaikan Kadar Air Kertas

Jika kadar air kertas tidak diatur dengan benar, kode QR yang baru dicetak mungkin dapat dipindai pada awalnya, namun setelah kering, tinta menyebar dan penyusutan kertas dapat membuat gambar melengkung, sehingga memengaruhi pengenalan kode QR. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol kadar air kertas sebelum mencetak untuk memastikan kode QR tetap dapat dipindai.

02

Perhatikan Jarak Kertas dan Nozzle

Selama pencetakan inkjet, jarak antara kertas dan nosel biasanya sekitar 2mm. Namun, karena ketegangan kertas gulungan yang tidak konsisten atau ketidakrataan pada platform satu lembar, jarak dapat bervariasi selama pencetakan, sehingga menyebabkan kode QR kabur atau rusak atau noda tinta.

Untuk menghindari hal ini, pilihlah-kertas berkualitas tinggi, ratakan sebelum dicetak, hilangkan serat lepas dan debu, serta kurangi kekasaran permukaan. Anda juga dapat sedikit meregangkan kertas selama pencetakan untuk meningkatkan kerataan. Terutama ketika kertas lewat di bawah nosel, kertas tidak boleh terguncang, dan jarak ke nosel harus tetap stabil untuk memastikan kode QR tercetak dengan bersih di permukaan.

03

Kontrol Jumlah Tinta

Untuk pencetakan inkjet, ketebalan lapisan tinta harus kurang dari 0,1 mm, jika tidak, perbedaan ketinggian antara batang dan spasi dapat memengaruhi keterbacaan kode QR. Gunakan tinta dengan keseragaman dan sifat difusi yang baik, dan pastikan tinta tersebut cocok dengan media. Karena aliran tinta sangat bergantung pada suhu, sesuaikan jumlah tinta berdasarkan lingkungan. Selain itu, setelah pengeringan inframerah, kode QR harus setidaknya 90% kering, dengan tepian yang jelas dan utuh.

04

Tindakan Pencegahan Lainnya

Sebelum mencetak, hindari penggunaan bahan reflektif untuk kode QR. Saat mencetak kode QR secara massal, pindai beberapa kode terlebih dahulu untuk menguji keterbacaan sebelum melakukan produksi-skala besar. Setelah mencetak, simpan hasil cetakan secara mendatar untuk mencegah lengkungan.

 

Kirim permintaan